INILAH.COM, Jakarta - Menyusul 'perceraian politik' SBY-JK, makin banyak kader Golkar yang menawarkan diri jadi pasangan SBY di Pilpres 2009. Setelah Fadel Muhammad, kini Akbar Tandjung menyatakan kesediaannya mendampingi capres dari Partai Demokrat itu. Namun Golkar meragukan kesediaan SBY.
Ketua Harian Bappilu Golkar Firman Subagyo menyatakan, Golkar tidak mempermasalahkan hal itu. Ia menilai hal itu sebagai hak politik Akbar sebagai warga negara. Apalagi, Golkar tidak memiliki aturan mengenai hal itu.
“Sekarang semua orang menyatakan siap. Kalau saya ditanya siap, saya juga akan bilang siap. Tapi kan tergantung dari Pak SBY. Apa mau sama Akbar? Sekarang ini kan SBY barang cantik. Sama seperti Golkar yang sedang diincar banyak parpol," paparnya, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (5/3).
Firman menyatakan, saat ini Golkar sedang berkonsentrasi untuk memenangkan pemilu legislatif 9 April mendatang. Untuk itu, Golkar tidak ingin diperkeruh oleh pernyataan-pernytaan seperti itu.
"Bagi kita, yang penting memikirkan bagaimana menyelamatakan Indonesia untuk keluar dari krisis ekonomi ini. Golkar tidak ingin larut dalam euforia kemeriahan pileg dan pilpres yang berlebihan," ujarnya.
Akbar Tandjung, sebelumnya, menyatakan siap menjadi calon wapres mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada Pilpres 2009. Ia menyatakan siap ditempatkan ataupun mendapatkan posisi apapun, asalkan itu demi kebaikan dan kepentingan bangsa dan negara. [mut/nuz]